Hubungan Status Gizi Dengan Kesehatan Reproduksi Pada Wanita Usia Subur Di Kelurahan SilalasKecamatan Medan Barat Kota Medan

Penulis

  • Rika Despina Universitas Deztron Indonesia
  • Zuliana Amalia Universitas Deztron Indonesia
  • Calista Aurora Sabrita Universitas Deztron Indonesia
  • Nabila Liza Azahra Universitas Deztron Indonesia

Kata Kunci:

Status Gizi, Kesehatan Reproduksi, Wanita Usia Subur (WUS)

Abstrak

Masalah gizi pada Wanita Usia Subur (WUS) masih menjadi tantangan kesehatan yang signifikan, karena berdampak langsung pada siklus menstruasi, tingkat kesuburan, hingga kesiapan kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi status gizi, menganalisis hubungan dengan kesehatan reproduksi, serta memberikan intervensi edukasi gizi bagi WUS di Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan. Penelitian ini melibatkan 45 orang WUS menggunakan pendekatan kuantitatif dengan design Cross Sectional yang dipilih secara purposive sampling. Metode pelaksanaan meliputi pemeriksaan fisik (pengukuran Berat Badan, Tinggi Badan untuk Indeks Massa Tubuh/IMT, dan Lingkar Lengan Atas/LILA), pengisian kuesioner terkait siklus menstruasi dan gangguan reproduksi, serta pemberian edukasi interaktif mengenai gizi seimbang. Analisis data hubungan menggunakan uji Chi-Square untuk melihat korelasi antara status gizi dengan kesehatan reproduksi. Hasil skrining menunjukkan bahwa sebagian besar WUS memiliki status gizi normal (62,2%), namun masih ditemukan WUS dengan gizi kurang (17,8%) dan obesitas (20%). Terkait kesehatan reproduksi, ditemukan 31,1% WUS mengalami siklus menstruasi tidak teratur. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status gizi (IMT dan LILA) dengan kesehatan reproduksi (gangguan siklus menstruasi) pada WUS (p kurang dari 0,05). Setelah diberikan intervensi edukasi, terjadi peningkatan pengetahuan WUS tentang gizi reproduksi sebesar 85%. Terdapat hubungan antara status gizi dengan kesehatan reproduksi WUS di Kelurahan Silalas. Program skrining gizi berkala dan konseling berkelanjutan oleh bidan desa/kelurahan sangat diperlukan untuk mencegah gangguan reproduksi yang lebih berat serta mempersiapkan kehamilan yang sehat di masa depan.

 

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

BKKBN. 2024. Kebijakan Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga. Pusat Penelitian dan Pengembangan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera. Kendari

Dieny, F. F., Widyastuti, N., Fitranti, D. Y., Nissa, C., Tsani, F. A., & Jauharany, F. F. 2019. Defisiensi Besi Pada Wanita Usia Subur Pranikah Obesitas. Media Gizi Mikro Indonesia, 10(2), 101–110.

Gautam, S., et al. (2021). Relationship between Body Mass Index and Reproductive Hormones in Women: A Systematic Review. Journal of Clinical Medicine, 10(2), 368.

Kavitha, R., & Swetha, S. (2020). Association of Body Mass Index with Menstrual Irregularities in Reproductive Age Group Women. IJRCOG, 9(2), 456–460.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018

World Health Organization (WHO). (2017). Nutritional Considerations in Reproductive Health. Geneva: WHO Press

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-20

Cara Mengutip

Hubungan Status Gizi Dengan Kesehatan Reproduksi Pada Wanita Usia Subur Di Kelurahan SilalasKecamatan Medan Barat Kota Medan. (2026). JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN, GIZI, DAN PSIKOLOGI (JPM-KGP), 1(1), 45-48. https://jurnal.udi.ac.id/index.php/jpmkgp/article/view/127