Edukasi Keluarga Sebagai Upaya Pencegahan Kecemasan Postpartum Di Masyarakat
Kata Kunci:
edukasi keluarga; kecemasan postpartum; kesehatan mental ibu; pengabdian masyarakat; deteksi diniAbstrak
Masa pascapersalinan merupakan periode transisi yang rentan bagi ibu, baik secara fisik maupun psikologis. Perubahan hormonal, kelelahan akibat pola tidur yang tidak menentu, serta beban peran baru sebagai orang tua sering kali memicu munculnya kecemasan postpartum. Kondisi ini apabila dibiarkan tanpa penanganan yang tepat berpotensi berkembang menjadi gangguan psikologis yang lebih berat dan berdampak pada kualitas pengasuhan anak. Keluarga, sebagai lingkungan terdekat ibu, memiliki peran strategis dalam mendeteksi gejala secara dini serta memberikan dukungan emosional yang dibutuhkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam mengenali tanda-tanda kecemasan postpartum serta melakukan upaya pencegahan melalui pendekatan edukatif. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, simulasi komunikasi suportif, dan pendampingan, yang diikuti oleh sejumlah keluarga di wilayah sasaran. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap keluarga yang cukup berarti setelah mengikuti rangkaian edukasi, khususnya dalam hal pengenalan gejala, komunikasi suportif, dan pembagian peran dalam pengasuhan. Kegiatan ini menegaskan bahwa pelibatan keluarga secara aktif melalui edukasi yang terstruktur dapat menjadi salah satu strategi preventif yang efektif dan berkelanjutan untuk menekan risiko kecemasan postpartum di tingkat masyarakat.
Unduhan
Referensi
(1) Ariestanti, Y., Widyastuti, T., & Sulistyowati, N. (2023). Pengetahuan dan sikap keluarga tentang tanda bahaya psikologis masa nifas. Jurnal Kebidanan Indonesia, 14(2), 133–141.
(2) Ayu, S. M., & Wulandari, R. (2023). Dukungan sosial keluarga dan kejadian kecemasan pada ibu masa nifas. Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan, 14(1), 45–53.
(3) Dennis, C.-L., Falah-Hassani, K., & Shiri, R. (2017). Prevalence of antenatal and postnatal anxiety: Systematic review and meta-analysis. The British Journal of Psychiatry, 210(5), 315–323. https://doi.org/10.1192/bjp.bp.116.187179
(4) Fauziah, N., & Rahmawati, D. (2022). Efektivitas edukasi kesehatan mental terhadap tingkat kecemasan ibu postpartum. Jurnal Keperawatan Jiwa, 10(2), 211–219.
(5) Fawcett, E. J., Fairbrother, N., Cox, M. L., White, I. R., & Fawcett, J. M. (2019). The prevalence of anxiety disorders during pregnancy and the postpartum period: A multivariate Bayesian meta-analysis. The Journal of Clinical Psychiatry, 80(4), 18r12527. https://doi.org/10.4088/JCP.18r12527
(6) Fitriani, L., Sari, D. P., & Handayani, T. (2021). Peran suami dalam pencegahan baby blues dan kecemasan postpartum. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 12(3), 178–186.
(7) Handayani, S., & Kurniawati, A. (2023). Literasi kesehatan mental perinatal pada keluarga di wilayah perkotaan. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 18(1), 33–41.
(8) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman pelayanan kesehatan jiwa ibu hamil dan pascapersalinan. Kemenkes RI.
(9) Kurniasari, D., & Wulan, S. (2022). Hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan ibu primipara masa nifas. Jurnal Kebidanan Malahayati, 8(2), 210–217.
(10) Marliana, T., & Setiawan, B. (2024). Program edukasi berbasis keluarga untuk deteksi dini gangguan psikologis pascapersalinan. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat, 5(1), 12–20.
(11) Nurhayati, E., Susanti, R., & Prabowo, A. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan pascapersalinan pada ibu primipara. Jurnal Keperawatan Maternitas, 9(1), 55–63.
(12) O'Hara, M. W., & Wisner, K. L. (2014). Perinatal mental illness: Definition, description and aetiology. Best Practice & Research Clinical Obstetrics & Gynaecology, 28(1), 3–12. https://doi.org/10.1016/j.bpobgyn.2013.09.002
(13) Pratiwi, A. M., & Lestari, W. (2022). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap keluarga tentang kesehatan mental ibu nifas. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 14(2), 98–106.
(14) Rahmadhani, S., & Anggraini, D. (2023). Peran psikoedukasi keluarga dalam menurunkan risiko depresi dan kecemasan postpartum. Jurnal Psikologi Kesehatan, 11(1), 27–36.
(15) Silverman, M. E., Reichenberg, A., Savitz, D. A., Cnattingius, S., Lichtenstein, P., Hultman, C. M., Larsson, H., & Sandin, S. (2017). The risk factors for postpartum depression: A population-based study. Depression and Anxiety, 34(2), 178–187. https://doi.org/10.1002/da.22597
(16) Susilawati, E., & Handoko, T. (2021). Model edukasi kesehatan keluarga sebagai upaya preventif gangguan psikologis pascapersalinan. Jurnal Abdimas Kesehatan, 3(2), 88–95.
(17) Wahyuni, S., Yulianti, R., & Kartika, D. (2023). Efektivitas pendampingan keluarga terhadap adaptasi psikologis ibu masa nifas. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 17(1), 40–48.
(18) World Health Organization. (2022). Maternal mental health. WHO. https://www.who.int/teams/maternal-newborn-child-adolescent-health-and-ageing/maternal-health/maternal-mental-health
(19) Yuliana, F., & Prasetyo, B. (2022). Gambaran tingkat kecemasan ibu postpartum primipara di masa transisi menjadi orang tua. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional, 7(1), 15–22.
(20) Yusrina, A., & Devy, S. R. (2021). Faktor yang memengaruhi dukungan keluarga terhadap kesehatan mental ibu pascapersalinan. Jurnal Berkala Epidemiologi, 9(2), 150–158.
(21) Zulkarnain, R., & Ningsih, P. (2024). Pemberdayaan keluarga melalui edukasi kesehatan mental perinatal: Sebuah pendekatan pengabdian masyarakat. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 8(1), 55–64.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
-
Semua artikel yang diterbitkan di JPM-KGP menggunakan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).
-
Lisensi ini memperbolehkan pihak lain membaca, mengunduh, membagikan, dan menggunakan artikel, selama menyebutkan penulis dan sumber asli.
-
Penulis tetap memegang hak cipta penuh atas naskahnya.
-
Penggunaan artikel untuk tujuan komersial diperbolehkan dengan atribusi yang jelas.
-
Penulis bertanggung jawab atas keaslian isi, data, dan kutipan dalam naskah.


