SEKOLAH SAHABAT REMAJA: PENGUATAN PEMAHAMAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN PUBERTAS SEHAT DI MAS PROYEK UNIVA MEDAN
Kata Kunci:
kesehatan reproduksi remaja, pubertas sehat, pendidikan kesehatan, sekolah sahabat remajaAbstrak
Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis, terutama terkait proses pubertas dan perkembangan kesehatan reproduksi. Kurangnya pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi dan pubertas sehat dapat meningkatkan risiko munculnya perilaku tidak sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program Sekolah Sahabat Remaja dalam meningkatkan pemahaman kesehatan reproduksi dan pubertas sehat pada siswa MAS Proyek UNIVA Medan. Metode penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa (n = 30) yang dipilih secara purposive sampling. Intervensi dilakukan melalui kegiatan edukasi kesehatan reproduksi berbasis sekolah dengan metode penyuluhan dan diskusi interaktif. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang mengukur tingkat pengetahuan dan pemahaman siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai kesehatan reproduksi dan pubertas sehat setelah pelaksanaan program Sekolah Sahabat Remaja. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi berbasis sekolah efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja. Program Sekolah Sahabat Remaja direkomendasikan sebagai upaya promotif dan preventif untuk mendukung tumbuh kembang remaja secara sehat di lingkungan sekolah.
Unduhan
Referensi
World Health Organization, Adolescent Health, Geneva: WHO, 2023.
United Nations Children’s Fund, Adolescent Development and Participation, New York: UNICEF, 2022.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja, Jakarta: Kemenkes RI, 2022.
A. Syafitri and D. Rahmanto, “Edukasi kesehatan reproduksi berbasis sekolah terhadap peningkatan pemahaman remaja,” Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat, vol. 5, no. 2, pp. 85–92, 2024.
B. Yurizali, R. Handayani, and S. Putri, “Penyuluhan kesehatan reproduksi berbasis sekolah pada remaja SMA,” Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 4, no. 1, pp. 45–52, 2024.
N. Meinarisa, Y. Lestari, and M. Fadli, “Edukasi pubertas sehat pada remaja sekolah menengah,” Jurnal Kesehatan Reproduksi, vol. 14, no. 1, pp. 12–20, 2023.
R. Rahman et al., “Effectiveness of school-based reproductive health education for adolescents,” BMC Public Health, vol. 23, no. 1, pp. 1–9, 2023.
S. Susanti and L. Wibowo, “Peran sekolah dalam promosi kesehatan reproduksi remaja,” Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, vol. 18, no. 2, pp. 101–109, 2022.
A. Nugroho, “School-based counseling and adolescent reproductive health literacy,” Journal of Community Health, vol. 47, no. 3, pp. 456–463, 2022.
World Health Organization, Making Schools Adolescent-Friendly, Geneva: WHO, 2021. UNESCO, International Technical Guidance on Sexuality Education, Paris: UNESCO, 2020.
M. Sawyer et al., “Adolescence: A foundation for future health,” The Lancet, vol. 395, no. 10226, pp. 1630–1640, 2020.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
-
Semua artikel yang diterbitkan di JPM-KGP menggunakan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).
-
Lisensi ini memperbolehkan pihak lain membaca, mengunduh, membagikan, dan menggunakan artikel, selama menyebutkan penulis dan sumber asli.
-
Penulis tetap memegang hak cipta penuh atas naskahnya.
-
Penggunaan artikel untuk tujuan komersial diperbolehkan dengan atribusi yang jelas.
-
Penulis bertanggung jawab atas keaslian isi, data, dan kutipan dalam naskah.


