Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja Berbasis Pendekatan Psikologi Sebagai Upaya Pencegahan Kehamilan Dini Di Lingkungan Sekolah
Kata Kunci:
Edukasi kesehatan reproduksi, Remaja, Pendekatan Psikologi, Kehamilan Dini, Pencegahan.Abstrak
Kehamilan dini pada remaja masih menjadi permasalahan kesehatan reproduksi yang dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan, lemahnya kontrol diri, serta kurang optimalnya edukasi kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah. Upaya pencegahan memerlukan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pemberian informasi, tetapi juga penguatan aspek psikologis remaja dalam pengambilan keputusan sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai kesehatan reproduksi melalui edukasi berbasis pendekatan psikologi sebagai upaya pencegahan kehamilan dini di lingkungan sekolah. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif dengan melibatkan 50 siswa sebagai peserta. Kegiatan dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, pendampingan psikologis, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Materi edukasi mencakup kesehatan reproduksi remaja, faktor risiko kehamilan dini, kontrol diri, serta pengambilan keputusan yang sehat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah intervensi, dimana kategori pengetahuan baik meningkat dari 25% menjadi 85%, kategori cukup menurun dari 35% menjadi 10%, dan kategori kurang menurun dari 40% menjadi 5%. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi berbasis pendekatan psikologi efektif meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta membentuk perilaku preventif pada remaja. Pendekatan partisipatif dan pendampingan psikologis juga terbukti mendukung peningkatan keterlibatan peserta dalam proses edukasi. Disimpulkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi remaja berbasis pendekatan psikologi merupakan strategi efektif dalam upaya pencegahan kehamilan dini di lingkungan sekolah. Program ini berpotensi menjadi model intervensi promotif dan preventif yang dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam mendukung kesehatan reproduksi remaja.
Unduhan
Referensi
Aima, S., & Erwandi, D. (2024). Pelayanan kesehatan reproduksi remaja. Jurnal Ners Indonesia, 8(2), 123–130.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). (2022). Survei kesehatan reproduksi remaja Indonesia. Jakarta: BKKBN.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2022). Youth risk behavior survey data summary & trends report 2011–2021. Atlanta: CDC.
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. (2022). Profil kesehatan Provinsi Sumatera Utara tahun 2022. Medan: Dinkes Sumut.
Elviani, Y., Siregar, D., & Putri, A. (2024). Edukasi kesehatan reproduksi terhadap peningkatan pengetahuan remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 9(1), 45–52.
Fatmawati, T. Y. (2024). Kesehatan reproduksi remaja dan faktor yang mempengaruhinya. Jurnal Kesehatan, 12(2), 101–109.
Hannifah, S., Rahmawati, D., & Lestari, N. (2024). Kebutuhan edukasi kesehatan reproduksi pada remaja. Jurnal Promosi Kesehatan, 10(1), 55–62.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Laporan kesehatan jiwa remaja Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia tahun 2023. Jakarta: Kemenkes RI.
Reffita, L. I. (2025). Program kesehatan reproduksi remaja berbasis edukasi dan pendampingan. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7(1), 1–10.
Sabarofek, W. M., Kurniawan, A., & Putra, R. (2024). Hubungan pengetahuan dengan kesehatan reproduksi remaja. Jurnal Kesehatan Komunitas, 6(2), 89–96.
Sumiaty, S., Nuraini, N., & Fitriani, Y. (2025). Efektivitas edukasi kesehatan reproduksi terhadap perubahan perilaku remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(1), 33–40.
Syamsuddin, S. D. (2022). Edukasi kesehatan reproduksi dan psikologi remaja. Jurnal Kebidanan Indonesia, 13(2), 77–85.
United Nations Children’s Fund (UNICEF). (2023). Adolescent development and participation report. New York: UNICEF.
United Nations Children’s Fund (UNICEF). (2024). Youth mental health and wellbeing report. New York: UNICEF.
United Nations Population Fund (UNFPA). (2021). Adolescent sexual and reproductive health report. New York: UNFPA.
World Health Organization (WHO). (2021). Global standards for adolescent health care services. Geneva: WHO.
World Health Organization (WHO). (2022). Adolescent health report. Geneva: WHO.
World Health Organization (WHO). (2023). Sexual and reproductive health guidelines. Geneva: WHO.
World Health Organization (WHO). (2024). Global adolescent health update. Geneva: WHO.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
-
Semua artikel yang diterbitkan di JPM-KGP menggunakan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).
-
Lisensi ini memperbolehkan pihak lain membaca, mengunduh, membagikan, dan menggunakan artikel, selama menyebutkan penulis dan sumber asli.
-
Penulis tetap memegang hak cipta penuh atas naskahnya.
-
Penggunaan artikel untuk tujuan komersial diperbolehkan dengan atribusi yang jelas.
-
Penulis bertanggung jawab atas keaslian isi, data, dan kutipan dalam naskah.


