UJI SKRINING FITOKIMIA DAN STANDARDISASI EKSTRAKLABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA D.) SEBAGAI BAHAN SEDIAAN FARMASI

Penulis

  • SYARIFAH YANTI ASTRYNA Universitas Ubudiyah Indonesia
  • Nurhayati Universitas Ubudiyah Indonesia
  • Maulidella Universitas Ubudiyah Indonesia

Abstrak

Labu kuning (Cucurbita moschata D.) merupakan salah satu tanaman yang berpotensi dikembangkan
sebagai bahan alam untuk sediaan farmasi karena mengandung berbagai metabolit sekunder, antara lain
flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan terpenoid. Senyawa flavonoid dan kelompok fenolik diketahui
memiliki aktivitas biologis, termasuk aktivitas antioksidan, sehingga karakterisasi dan standardisasi
bahan baku diperlukan untuk mendukung pemanfaatannya dalam pengembangan sediaan farmasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder serta karakteristik
standardisasi simplisia labu kuning (Cucurbita moschata D.) sebagai bahan alam yang berpotensi
digunakan dalam sediaan farmasi. Penelitian menggunakan metode eksperimental yang meliputi
pembuatan simplisia, skrining fitokimia dan pemeriksaan parameter standardisasi. Sampel labu kuning
sebanyak 1 kg dicuci, dikupas, dipisahkan bijinya, diiris, kemudian dikeringkan pada suhu 40–60°C dan
dihaluskan menjadi serbuk simplisia. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya alkaloid, flavonoid,
saponin, terpenoid, dan tanin. Hasil standardisasi menunjukkan kadar sari larut air sebesar 1,86%, kadar
sari larut etanol sebesar 0,69%, kadar air sebesar 1,86%, kadar abu total sebesar 0,35%, dan kadar abu
tidak larut asam sebesar 0,47%. Berdasarkan hasil tersebut, simplisia labu kuning memiliki kandungan
metabolit sekunder yang beragam dan parameter standardisasi yang memenuhi batas persyaratan yang
digunakan dalam penelitian. Hasil ini menunjukkan bahwa labu kuning (Cucurbita moschata D.)
berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku alami dalam formulasi sediaan farmasi, khususnya
sediaan topikal. 

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Anggreni, N., Mulyaningsih, S., & Bachri, M. S izqi et Al. (2024). Aktivitas antioksidan

serta penetapan kadar β-karoten, flavonoid dan fenol total ekstrak etanol labu kuning

(Cucurbita moschata, (Duch.) Poir). Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 7(3), 345–355.

https://doi.org/10.36387/jifi.v7i3.2221.

Auliyah, M. T., Toemon, A. N., & Martani, N. S. (2023). Referensi tentang skrining

fitokimia kulit/bagian tanaman Cucurbita moschata. Data artikel perlu dilengkapi

dari sumber asli.

Budiman, H., Supriningrum, R., & Sundu, R. (2024). Karakterisasi dan skrining

fitokimia buah labu kuning (Cucurbita moschata Duch.). Jurnal Riset Kefarmasian

Indonesia, 6(1), 17–29.

Dhifli, S., Chargui, A., Kahri, I., Abidi, C., Jridi, M., & Mejri, M. (2025). Antioxidants

and techno-functional components of squash (Cucurbita moschata L.) pulp powder

from Tunisia. Food Science & Nutrition, 13(8), e70701.

https://doi.org/10.1002/fsn3.70701.

Fahri, A., Sutrisnawati, S., Trianto, M., Jayanti, Z. D., Dhafir, F., & Masrianih. (2024).

Analysis of Flavonoid and Tannin Contents in Pumpkin Seed (Cucurbita moschata)

Extract. Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry, 15(1).

Indrayanto, G. (2024). Regulation and standardization of herbal drugs: Current status,

limitation, challenge's and future prospective. Profiles of Drug Substances,

Excipients

and

Related Methodology,

49,

153–199.

https://doi.org/10.1016/bs.podrm.2023.11.003.

Lismawati, & Nofita. (2021). Kandungan beta karoten dan aktivitas antioksidan terhadap

ekstrak buah labu kuning (Cucurbita moschata). Jurnal Mandala Pharmacon

Indonesia, 7(2), 263–273. https://doi.org/10.35311/jmpi.

Mármol, I., Quero, J., Ibarz, R., Ferreira-Santos, P., Teixeira, J. A., Rocha, C. M. R.,

Pérez-Fernández, M., García-Juiz, S., Osada, J., & Martín-Belloso, O. (2021).

Valorization of agro-food by-products and their potential therapeutic applications.

Food and Bioproducts Processing, 128, 247–258.

Marbun, E. D. S., Safitri, A., Panjaitan, G. E. S., Simamarta, N. M., Harefa, N. F., &

Nabilla, S. (2025). Standardisasi parameter spesifik dan non spesifik simplisia herba

suruhan (Peperomia pellucida L.). Jurnal Intelek Insan Cendikia, 2(9), 16703–

16716.

Maslahah, N. (2024). Standar simplisia tanaman obat sebagai bahan sediaan herbal.

Warta BSIP Perkebunan, 2(2), 1–4.

Mokhtar, S. M., et al. (2021). The influence of ripeness on the phenolic content,

antioxidant and antimicrobial activities of pumpkins (Cucurbita moschata

Duchesne). Molecules, 26(12), 3623. https://doi.org/10.3390/molecules26123623

Murni, M. (2024). Standardisasi parameter non spesifik serbuk simplisia daun ramania

(Bouea macrophylla Griffith). Diploma Thesis, Universitas Borneo Lestari.

Phiboonchaiyanan, P. P., Harikarnpakdee, S., Songsak, T., & Chowjarean, V. (2024). In

vitro evaluation of wound healing, stemness potentiation, antioxidant activity, and

phytochemical profile of Cucurbita moschata Duchesne fruit pulp ethanolic extract.

Advances in Pharmacological and Pharmaceutical Sciences, 2024, 9288481.

Sharma, B., & Yadav, D. K. (2023). Chromatography and hyphenated techniques in

quality-based standardization of medicinal plants: Current scenario and future

perspectives. South African Journal of Botany, 157, 467–483.

https://doi.org/10.1016/j.sajb.2023.04.005.

Vanessa, B. G., Alice, T. I., & William, D. A. (2024). Effect of fertilizers on yield,

phytochemical, and antioxidant properties of Cucurbita moschata fruits. Food

Science & Nutrition, 12(9), 6742–6751.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-20

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

UJI SKRINING FITOKIMIA DAN STANDARDISASI EKSTRAKLABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA D.) SEBAGAI BAHAN SEDIAAN FARMASI. (2026). JURNAL KESEHATAN, GIZI, DAN PSIKOLOGI (JKGP), 1(2), 51-61. https://jurnal.udi.ac.id/index.php/jkgp/article/view/161

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama