HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN ULTRA-PROSES (ULTRA-PROCESSED FOOD) DENGAN STATUS GIZI PADA SISWA SMA DI MEDAN PERJUANGAN
Kata Kunci:
Ultra-Processed Food, makanan ultra-proses, status gizi, remaja, siswa SMA.Abstrak
Abstrak: Latar Belakang: Konsumsi makanan ultra-proses (Ultra-Processed Food / UPF) pada remaja terus meningkat akibat perubahan pola makan dan gaya hidup modern. UPF umumnya mengandung gula, garam, lemak jenuh, serta bahan tambahan pangan yang tinggi, tetapi rendah serat dan zat gizi esensial, sehingga berpotensi memengaruhi status gizi remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan konsumsi makanan ultra-proses dengan status gizi pada siswa SMA. Metode: Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data konsumsi UPF diperoleh melalui Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) berdasarkan klasifikasi NOVA, sedangkan status gizi ditentukan melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk menghitung Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat konsumsi UPF kategori sedang hingga tinggi. Responden dengan konsumsi UPF tinggi menunjukkan proporsi status gizi lebih yang lebih besar dibandingkan kelompok dengan konsumsi rendah. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara konsumsi makanan ultra-proses dengan status gizi siswa SMA (p<0,05). Kesimpulan: Konsumsi makanan ultra-proses berhubungan dengan status gizi pada siswa SMA. Peningkatan konsumsi UPF berpotensi meningkatkan risiko status gizi lebih, sehingga diperlukan edukasi gizi dan pembiasaan pola makan sehat untuk mendukung status gizi optimal pada remaja.
Unduhan
Referensi
Asosiasi Dietisien Indonesia. (2020). Penuntun diet dan terapi gizi (4th ed.). Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Elizabeth, L., Machado, P., Zinöcker, M., Baker, P., & Lawrence, M. (2020). Ultra-processed foods and health outcomes: A narrative review. Nutrients, 12(7), 1955. https://doi.org/10.3390/nu12071955
Food and Agriculture Organization. (2019). Ultra-processed foods, diet quality, and health using the NOVA classification system. FAO.
Gibney, M. J. (2019). Ultra-processed foods: Definitions and policy issues. Current Developments in Nutrition, 3(2), nzy077. https://doi.org/10.1093/cdn/nzy077
Hall, K. D., Ayuketah, A., Brychta, R., et al. (2019). Ultra-processed diets cause excess calorie intake and weight gain: An inpatient randomized controlled trial. Cell Metabolism, 30(1), 67–77. https://doi.org/10.1016/j.cmet.2019.05.008
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.
Lane, M. M., Davis, J. A., Beattie, S., et al. (2021). Ultraprocessed food and chronic noncommunicable diseases: A systematic review and meta-analysis. Obesity Reviews, 22(3), e13146.
Louzada, M. L. C., Baraldi, L. G., Steele, E. M., et al. (2015). Consumption of ultra-processed foods and obesity in Brazilian adolescents and adults. Preventive Medicine, 81, 9–15.
Machado, P. P., Steele, E. M., Levy, R. B., et al. (2020). Ultra-processed food consumption and obesity in the Australian adult population. Nutrition & Diabetes, 10(1), 39.
Monteiro, C. A., Cannon, G., Levy, R. B., Moubarac, J. C., Louzada, M. L. C., Rauber, F., Khandpur, N., Cediel, G., Neri, D., Martinez-Steele, E., Baraldi, L. G., & Jaime, P. C. (2019). Ultra-processed foods: What they are and how to identify them. Public Health Nutrition, 22(5), 936–941.
Monteiro, C. A., Cannon, G., Moubarac, J. C., Levy, R. B., Louzada, M. L. C., & Jaime, P. C. (2018). The UN Decade of Nutrition, the NOVA food classification and the trouble with ultra-processing. Public Health Nutrition, 21(1), 5–17.
Moodie, R., Stuckler, D., Monteiro, C., et al. (2013). Profits and pandemics: Prevention of harmful effects of tobacco, alcohol, and ultra-processed food and drink industries. The Lancet, 381(9867), 670–679.
Pagliai, G., Dinu, M., Madarena, M. P., Bonaccio, M., Iacoviello, L., & Sofi, F. (2021). Consumption of ultra-processed foods and health status: A systematic review and meta-analysis. British Journal of Nutrition, 125(3), 308–318.
Rauber, F., Chang, K., Vamos, E. P., et al. (2020). Ultra-processed food consumption and risk of obesity: A prospective cohort study. American Journal of Clinical Nutrition, 111(3), 543– 550.
Sartika, R. A. D. (2011). Faktor risiko obesitas pada anak. Makara Kesehatan, 15(1), 37–43.
Steele, E. M., Baraldi, L. G., Louzada, M. L. C., et al. (2016). Ultra-processed foods and added sugars in the US diet. BMJ Open, 6(3), e009892.
Sundari, D., Al Rahmad, A. H., & Fitri, Y. (2022). Hubungan pola konsumsi makanan cepat saji dengan status gizi remaja. Jurnal Gizi Indonesia, 10(2), 85–93.
World Health Organization. (2018). Healthy diet. World Health Organization.
World Health Organization. (2020). Guideline: Healthy diet. World Health Organization.
World Health Organization. (2022). Obesity and overweight. World Health Organization.
Zinöcker, M. K., & Lindseth, I. A. (2018). The Western diet–microbiome-host interaction and its role in metabolic disease. Nutrients, 10(3), 365.
Agustina, R., Nadiyah, N., & Khusun, H. (2021). Dietary patterns and nutritional status among Indonesian adolescents. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 16(2), 87–95.
Fitri, Y., Al Rahmad, A. H., & Suryana, S. (2021). Konsumsi makanan cepat saji dan kejadian overweight pada remaja. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 6(2), 120–128.
Moubarac, J. C., Batal, M., Martins, A. P., et al. (2017). Processed and ultra-processed food products: Consumption trends and health implications. Current Obesity Reports, 6(4), 420–431.
Arifudin, O. (2022). Perkembangan Peserta Didik (Tinjauan Teori-Teori Dan Praktis). Bandung: CV Widina Media Utama.
Sulaeman, D. (2022). Implementasi Media Peraga dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6(1), 71–77.
Tanjung, R. (2022). Manajemen Mutu Dalam Penyelenggaraan Pendidikan. Jurnal Pendidikan Glasser, 6(1), 29–36.
VF Musyadad. (2022). Supervisi Akademik untuk Meningkatkan Motivasi Kerja Guru dalam Membuat Perangkat Pembelajaran. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(6), 1936–1941.


