LITERASI KESEHATAN REPRODUKSI SEBAGAI PENCEGAHAN PERILAKU BERISIKO SISWA SMK 7 MEDAN
Kata Kunci:
literasi kesehatan reproduksi; perilaku berisiko; remaja; siswa SMKAbstrak
Remaja sekolah menengah kejuruan merupakan kelompok usia yang rentan terhadap perilaku berisiko kesehatan reproduksi akibat keterbatasan pemahaman dan literasi kesehatan. Rendahnya literasi kesehatan reproduksi dapat memengaruhi kemampuan siswa dalam mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatan dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi kesehatan reproduksi dalam pencegahan perilaku berisiko pada siswa di SMK Negeri 7 Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa kelas XII yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel acak proporsional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner literasi kesehatan reproduksi dan perilaku berisiko yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat untuk mengetahui distribusi variabel serta hubungan antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat literasi kesehatan reproduksi yang baik dan berada pada kategori perilaku tidak berisiko. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan reproduksi dan perilaku berisiko siswa. Siswa dengan literasi kesehatan reproduksi yang lebih baik cenderung memiliki perilaku yang lebih sehat dan bertanggung jawab. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi kesehatan reproduksi berperan penting sebagai upaya pencegahan perilaku berisiko pada siswa sekolah menengah kejuruan.
Unduhan
Referensi
Arifudin, O. (2022). Perkembangan peserta didik: Tinjauan teori-teori dan praktis.
Bandung: CV Widina Media Utama.
Hidayat, A., & Ramdani, Z. (2020). Isu kesehatan reproduksi sebagai kendala
peningkatan literasi remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(2), 123–131.
Kusumawati, E., & Lestari, T. (2021). Health literacy and reproductive health behavior
among adolescents. Journal of Public Health Research, 10(4), 1–8.
Putri, A. R., Sari, N. P., & Widodo, D. (2021). Pencegahan perilaku berisiko kesehatan
reproduksi pada remaja sekolah menengah. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 16(3), 210–218.
Rahmawati, I., & Nugroho, A. (2022). Pendidikan kesehatan reproduksi berbasis sekolah
dan perilaku remaja. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 11(2), 98–106.
Santrock, J. W. (2020). Adolescence (17th ed.). New York: McGraw-Hill Education.
Sari, M., & Pratama, R. (2023). Reproductive health literacy as a protective factor against
risky behavior. International Journal of Adolescent Health, 8(2), 55–63.
Setiawan, B., & Handayani, L. (2020). Determinan perilaku kesehatan reproduksi pada
remaja. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 11(1), 1–9.
Sulaeman, D. (2021). Pendidikan kesehatan reproduksi dan validitas instrumen perilaku
remaja. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 5(2), 345–352.
Sulaeman, D. (2022). Implementasi media pembelajaran dalam meningkatkan mutu
pendidikan. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6(1), 71–77.
Susanto, T., & Wibowo, Y. (2023). School-based reproductive health education and
adolescent behavior. BMC Public Health, 23(1), 1–9.
Utami, D., & Fitriani, R. (2021). Literasi kesehatan dan pengambilan keputusan
kesehatan remaja. Jurnal Keperawatan Indonesia, 24(3), 180–188.
Wahyuni, S., & Anwar, K. (2022). Faktor psikososial terhadap perilaku berisiko remaja.
Jurnal Psikologi Kesehatan, 10(1), 45–54.
World Health Organization. (2021). Adolescent sexual and reproductive health. Geneva:
World Health Organization.
World Health Organization. (2022). Health literacy development for adolescents.
Geneva: World Health Organization.


