Peningkatan Pengetahuan dan Peran Keluarga dalam Mendukung Kesehatan Mental Ibu Postpartum di Desa Medan Estate

Authors

  • Novi Susanti Universitas Deztron Indonesia
  • Henni Safrida Sitompul Universitas Deztron Indonesia
  • Sri Ilawati Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sehat Medan
  • Efi Satriana Silalahi Universitas Bunda Thamrin

Keywords:

kesehatan mental postpartum; dukungan keluarga; edukasi kesehatan

Abstract

Periode postpartum merupakan masa rentan bagi ibu untuk mengalami gangguan kesehatan mental, mulai dari baby blues, kecemasan pascasalin, hingga depresi postpartum. Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor protektif yang berperan penting membantu ibu melewati masa transisi tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai kesehatan mental ibu postpartum sekaligus memperkuat peran keluarga dalam memberikan dukungan yang sesuai kebutuhan ibu, dengan sasaran ibu postpartum dan anggota keluarga inti di Desa Medan Estate. Kegiatan dilaksanakan melalui rangkaian penyuluhan kesehatan, diskusi kelompok terarah, dan simulasi pendampingan keluarga. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan skor pengetahuan peserta sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan peserta setelah mengikuti rangkaian edukasi, disertai pemahaman yang lebih baik mengenai tanda gangguan kesehatan mental pascasalin dan bentuk dukungan yang dapat diberikan keluarga. Antusiasme peserta selama sesi diskusi dan simulasi mengindikasikan kesiapan keluarga untuk berperan aktif dalam mendampingi ibu postpartum. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu model intervensi berbasis keluarga yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik masyarakat yang serupa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

(1) Ayu, N. P., & Kurniawati, D. (2022). Dukungan suami dan kejadian postpartum blues pada ibu primipara. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional, 7(1), 45-52.

(2) Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. (2022). Profil kesehatan ibu dan anak Provinsi Sumatera Utara tahun 2021. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.

(3) Fatmawati, A., Rahayu, S., & Puspitasari, D. (2021). Peran keluarga dalam pencegahan depresi postpartum: Sebuah tinjauan sistematis. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 12(2), 210-219.

(4) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman pelayanan kesehatan jiwa pada masa kehamilan dan pascapersalinan. Kementerian Kesehatan RI.

(5) Kurniasari, D., & Wulandari, R. (2021). Efektivitas edukasi kesehatan mental postpartum terhadap pengetahuan dan sikap ibu nifas. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(3), 134-141.

(6) Nurhayati, E., Sari, I. P., & Handayani, T. (2023). Family support and the risk of postpartum depression among primiparous mothers in rural areas. Journal of Public Health Research, 12(1), 55-63.

(7) Prasetyo, B., & Amalia, R. (2022). Pemberdayaan kader kesehatan dalam deteksi dini gangguan kesehatan mental ibu nifas. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat, 5(2), 88-96.

(8) Rahmawati, I., & Setiawan, A. (2024). Model edukasi berbasis keluarga untuk pencegahan depresi postpartum di wilayah pedesaan. Jurnal Kebidanan Komunitas, 9(1), 22-30.

(9) Sari, M. P., Handayani, L., & Fitriani, N. (2021). Baby blues syndrome pada ibu postpartum: Faktor risiko dan penanganan. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 9(2), 101-109.

(10) World Health Organization. (2022). Maternal mental health. World Health Organization.

(11) Yuliani, D. R., & Susanti, E. (2023). Pengaruh dukungan keluarga terhadap adaptasi psikologis ibu postpartum. Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Nusantara, 8(2), 77-85.

Published

2026-07-20

How to Cite

Peningkatan Pengetahuan dan Peran Keluarga dalam Mendukung Kesehatan Mental Ibu Postpartum di Desa Medan Estate. (2026). JOURNAL OF COMMUNITY SERVICE IN HEALTH, NUTRITION, AND PSYCHOLOGY (JCS-HNP), 1(1), 23-26. https://jurnal.udi.ac.id/index.php/jpmkgp/article/view/100