ANALISIS FAKTOR RISIKO BAYI BERAT LAHIR RENDAH BERDASARKAN KARAKTERISTIK KEHAMILAN DI INDONESIA: ANALISIS DATA SDKI
Kata Kunci:
BBLR; karakteristik kehamilan; SDKI; faktor risiko; antenatal careAbstrak
Bayi berat lahir rendah (BBLR) masih menjadi salah satu penyumbang utama angka kematian neonatal di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko kejadian BBLR berdasarkan karakteristik kehamilan menggunakan data sekunder Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI). Desain penelitian adalah studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional terhadap data wanita usia subur yang memiliki riwayat kelahiran hidup dalam lima tahun terakhir (n = 3.023). Analisis dilakukan secara bivariat menggunakan uji chi-square dan dilanjutkan dengan analisis multivariat regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi BBLR sebesar 10,7%. Karakteristik kehamilan yang berhubungan signifikan dengan kejadian BBLR antara lain usia ibu saat hamil (p=0,001), paritas (p=0,008), jarak kehamilan kurang dari dua tahun (p=0,004), frekuensi kunjungan antenatal care kurang dari empat kali (p<0,001), dan status anemia selama kehamilan (p<0,001). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa anemia dan kunjungan ANC yang tidak adekuat merupakan faktor risiko paling dominan terhadap kejadian BBLR. Simpulan penelitian ini menegaskan pentingnya deteksi dini anemia serta peningkatan cakupan kunjungan antenatal yang berkualitas sebagai upaya pencegahan BBLR di Indonesia. Disarankan penguatan program pelayanan antenatal terpadu di fasilitas kesehatan primer serta edukasi gizi pada ibu hamil, khususnya pada kelompok usia berisiko dan jarak kehamilan pendek.
Unduhan
Referensi
Kemenkes RI. (2023). Buku Profil Kesehatan Indonesia 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
BKKBN, BPS, Kemenkes RI, & ICF. (2018). Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017. Jakarta: BKKBN.
World Health Organization. (2021). Global Nutrition Targets 2025: Low Birth Weight Policy Brief. Geneva: World Health Organization.
Sari, N., & Handayani, R. (2022). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian BBLR di Indonesia. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 10(2), 88–96.
Rahmawati, D., Utami, S., & Yuliana, F. (2022). Paritas dan Jarak Kehamilan sebagai Determinan Berat Badan Lahir. Jurnal Gizi dan Kesehatan Masyarakat, 8(1), 45–53.
Wulandari, T. (2021). Hubungan Usia Ibu dengan Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah. Jurnal Kebidanan Indonesia, 12(3), 210–217.
Amelia, R., & Putri, A. (2023). Jarak Kehamilan dan Risiko Berat Lahir Rendah pada Ibu Multipara. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 15(1), 30–38.
Nugroho, A. (2022). Anemia dalam Kehamilan dan Pengaruhnya terhadap Berat Lahir Bayi. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 13(2), 101–109.
Fitriani, L. (2021). Status Gizi dan Anemia Ibu Hamil sebagai Prediktor BBLR. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 18(1), 55–63.
Suryani, E., Handayani, W., & Lestari, D. (2023). Kunjungan Antenatal Care dan Kejadian BBLR di Puskesmas. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 17(4), 305–312.
Handayani, W. (2022). Determinan Berat Bayi Lahir Rendah pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan, 9(2), 122–130.
Kusumawati, R., & Prabowo, H. (2022). Kebijakan Penurunan BBLR Melalui Penguatan Pelayanan Antenatal Terpadu. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 11(3), 189–198.
Anggraeni, S. (2023). Program Pemberian Tablet Tambah Darah dan Pencegahan BBLR. Jurnal Gizi dan Pangan, 18(2), 77–85.
Yulianti, F. (2022). Analisis Data SDKI dalam Perencanaan Program Kesehatan Ibu dan Anak. Jurnal Kependudukan Indonesia, 17(1), 1–10.
Rachmawati, I. (2023). Faktor Risiko Kehamilan dan Luaran Berat Lahir di Indonesia: Tinjauan Sistematis. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 7(1), 20–29.


