HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN DIRI DENGAN STRES KERJA PADA IBU YANG BEKERJA DI BANDA ACEH
Abstrak
Ibu bekerja menghadapi tantangan ganda dalam menyeimbangkan peran domestik dan profesional, yang sering kali memicu stres kerja. Penerimaan diri diduga menjadi salah satu faktor psikologis internal yang dapat memitigasi tingkat stres tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerimaan diri dengan stres kerja pada ibu yang bekerja di Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek dalam penelitian ini adalah 100 orang ibu bekerja di Banda Aceh yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua skala psikologi, yaitu Skala Penerimaan Diri dan Skala Stres Kerja. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis data menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0642, dengan taraf signifikansi 0,001 (p) < 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara penerimaan diri dengan stres kerja pada ibu yang bekerja di Banda Aceh. Semakin tinggi tingkat penerimaan diri pada ibu bekerja, maka akan semakin rendah tingkat stres kerja yang dialaminya, dan sebaliknya. Berdasarkan hasil tersebut, penerimaan diri dapat menjadi salah satu modal regulasi emosi yang penting bagi ibu bekerja untuk mengurangi tekanan psikologis di lingkungan kerja.
Unduhan
Referensi
Apreviadizy, P., & Puspitacandri, A. (2014). Perbedaan stres ditinjau dari ibu bekerja dan ibu tidak bekerja. Jurnal Psikologi Tabularasa, 9(1), 58–65.
Asy-Syifa, F. D., & Mustikasari. (2023). Hubungan antara resiliensi dan stres pengasuhan pada ibu yang bekerja selama pandemi COVID-19. Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia, 8(2), 73-87.
Badan Pusat Statistik. (2024). Keadaan angkatan kerja Indonesia 2024. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Batsyeba. A. dan Purnama. A. L. (2023). Penerapan gratitude journal untuk meningkatkan self-acceptance pada wanita single parent. Jurnal Psikomuda Connectedness, 6(2), 77–89.
Dewi. O.M.S. (2023). The Relationship between Hardiness Personality and Husband's Social Support with Mother's Parenting Stress in Dealing with Children's Disruptive Behavior. Journal Proseding. DOI: https://doi.org/10.11594/nstp. 2023.3521
Ghozali, I. (2021). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 26 (10th ed.). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Joshanloo, M. (2024). Self-acceptance and psychological well-being: A cross-cultural perspective. Journal of Happiness Studies, 25(2), 311–329.
Nur. Y. M dan Alwi M (2023). Hubungan psychological wellbeing dengan stres kerja guru honorer SMA sederajat di Kecamatan Bulukumpa. Jurnal Ilmiah Multidisipline, 7(1), 55–67.
Pemerintah Aceh. (2025). Data aparatur sipil negara Pemerintah Aceh tahun 2025. Banda Aceh: Pemerintah Aceh.
Puteri, N. A. B., Anwar, H., & Irdianti, I. (2024). Pengaruh Konflik Peran Ganda Dan Penyesuaian Diri Terhadap Stres Kerja Pada Ibu Yang Bekerja. Jurnal Psikologi Malahayati, 6(2).
Rahmania, F. A., Anisa, S. N., & Nurtjahjo, F. E. (2021). Penerimaan dan penolakan terhadap anak dalam mempengaruhi stres pada ibu yang sedang bekerja selama pandemi COVID-19. PSISULA: Prosiding Berkala Psikologi, 3, 60.
Ranansyah, S. E., & Sosialita, T. D.. (2023). Peran self-acceptance terhadap stres pengasuhan pada ibu bekerja dengan anak Autism Spectrum Disorder. Jurnal Psikologi, 15(2), 101–112.
Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2022). Organizational behavior (18th ed.). Harlow: Pearson Education.
Ryff, C. D. (2022). Psychological well-being revisited: Advances in the science of self-acceptance and human flourishing. Journal of Personality and Social Psychology, 123(4), 789–803.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
World Health Organization. (2020). Mental health at work. Geneva: WHO.


